Jumat, 21 April 2017

Remeh Tapi Kaya Manfaat

Pada akhir-akhir ini, entah itu diberitakan di TV, radio, media massa, media sosial dan semacamnya, yang mengabarkan bahwa telah terjadi pembunuhan satu keluarga di Palembang. Sangat riskan namun ini kenyataan!. Tentu hal ini telah melanggar perundangan Indonesia, lebih-lebih batasan-batasan hidup beragama.
Berasal dari kejadian ini pula, menunjukkan bahwa rendahnya rasa ingin bermasyarakat antar personal. Hal ini perlu ditanggulangi, karena sangatlah berbahaya.
Perlu untuk digaris bawahi oleh kita semua, mengapa sampai serendah itu derajat manusia, secara horizontal maupun vertikal. Padahal, di dalam ajaran agama itu menunjukkan bahwa manusia itu merupakan makhluk yang paling sempurna dan memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk lainnya seperti setan, hewan, tumbuhan bahkan malaikat sekalipun.
Manusia lebih baik dibandingkan dengan makhluk lain karena memiliki akal yang dapat membedakan antara yang benar dan buruk. Manusia yang tinggi derajatnya adalah manusia yang memfungsikan pikiranya kepada hal yang positif, begitu pun sebaliknya.
Berkaitan tentang kejadian di awal, manusia atau pelaku itu berani berbuat bejat seperti itu disebabkan hilangnya akal sehat dalam pikirannya. Hal ini tidak lepas dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pada sebelumnya. Jika boleh diqiyaskan dengan kehidupan semut, maka manusia yang berbuat pelanggaran dapat dinilai lebih rendah daripada semut kecil, mengapa?
Lihatlah semut yang ada di sekitar Anda. Mungkin ketika melihat semut di rumah, seseorang akan merasa terganggu akan kehadirannya. Oleh karena perasaan itu, ia pun memukul hingga mati semut-semut tersebut. Padahal apa yang dia lakukan adalah hanya untuk mencari rejeki yang bisa memuaskan rasa laparnya.
Jika kita perhatikan semut yang berjalan, dia akan membentuk suatu jalan lurus, padahal masih banyak jalan lain yang lebih luas. Oleh karena jalan yang digunakan hanya satu, kadang-kadang mereka pun bertabrakan satu dengan lainnya. Namun, mereka tidak saling menyalahkan hingga berkelahi, akan tetapi malahan mereka saling bertegur sapa dengan yang lainnya.
Nah, bagi seseorang yang akal sehatnya hilang, tentu sulit untuk memahaminya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar