Minggu, 23 April 2017

Kaya Tapi Miskin

Kaya tapi miskin (banyak duit tapi super kikir)
Di zaman SD mungkin kita pernah mendengat tentang kisah Qarun yang diceritakan oleh bapak maupun ibu guru kita. Dari kisah tersebut dinyatakan bahwa qarun merupakan seorang yang sangat kaya raya, dimana kekayaannya sangatlah melimpah bahkan kunci gudangnya saja harus dibawa oleh orang-orang berotot kuat.
Seharusnya seseorang yang memiliki harta sebegitu banyaknya itu sangat mudah untuk melepaskan hartanya, namun apa yang terjadi pada Qarun justru berbeda. Dimana dia tidak mau sedikitpun ingin memberikan atau menafkahkan hartanya kepada orang yang meminta kepadanya. Dia justru hanya ingin memendam hartanya, hingga ia menjadi orang yang paling kaya sejagat alam.
Oleh karena sikapnya yang super duper kikir nan pelit ini, pada akhir cerita Qarun beserta hartanya dipendam oleh Yang Maha Kuasa ke dalam tanah, tanpa tertinggal sedikitpun. Hal yang cukup menggelitik pada masa sebelum penenggalaman harta Qarun itu adalah banyak sekali orang yang berdatangan kepadanya untuk meminta sebagian hartanya, bahkan membudakkan diri kepadanya. Akan tetapi setelah Qarun beserta hartanya ditenggelamkan, mereka pun sadar diri.
Inilah kodrat manusia, suka hal-hal yang instan tapi ingin mengenal lebih dalam mengenai nikmatnya rasa naik dan turun dalam proses. Sikap ini memang tidak dapat dihilangkan, namun kita harus kuat menghindari segala godaan-godaan yang membisiki hati kita.
Selain itu, dari kisah di atas juga dapat diambil pelajaran bahwa sikap memendam harta justru dapat membahayakan diri pemiliknya. Kaya hartanya tapi miskin hatinya, inilah yang terjadi pada zaman sekarang.
Setiap orang sangat giat dalam bekerja untuk mendapatkan harta yang banyak, melalui harta yang banyak dianggap akan menjadikan dirinya segalanya di atas orang lain. Tentu sikap ini tidak boleh terdapat apalagi terjadi pada diri kita semuanya.
Berbanding terbalik dengan seorang kakek yang secara materi jauh sekali dari kata mapan, justru bisa menunaikan ibadah mulia di Makkah, yaitu haji. Hal yang disayangkan, ada orang kaya, duitnya banyak akan tetapi tidak mampu pergi untuk menunaikan haji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar